Room 218

just me with my thoughts in my own space

Jemputan sudah datang

"Aku tahu rizkiku tidak akan diambil orang, karena itulah aku tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itu aku sibuk beramal." - Imam al Hasan al Bashri
 Menenangkan sekali membaca kalimat itu dari layar HP yang tiba-tiba menunjukkan pesan singkat dari seorang sahabat. Entah bagaimana ia bisa tahu saya butuh kata-kata penyemangat seperti itu. Saya curiga dia juga sedang berada di situasi yang sama dengan saya dan secara spontan saya muncul di pikirannya mewakili kaum yang butuh untuk disemangati. Ah... sahabat macam apa itu. Hahaha.

Rezeki kita sudah dituliskan oleh Sang Maha Pengatur. Tidak ada manusia yang diturunkan di muka bumi tanpa perbekalan yang cukup. Dari situlah sering muncul kata-kata penghiburan seperti: "kalau rejeki tidak kemana". Itu familiar sekali. Harus dipahami bahwa rezeki yang dijatahkan untuk kita memang tidak kemana. Tapi kalau kita juga tidak kemana-mana, maka tidak akan bertemu rezeki. Seperti 2 orang di titik yang mungkin tidak berjauhan tetapi tidak ada satu pihak pun yang bergerak mendekat, maka mereka tidak akan bertemu. Nah, manusia itu bisa bergerak. Berbeda dengan sayuran. Maka sudah sepatutnyalah kita yang menjemput rezeki-rezeki kita. *tsaah

Sebenarnya ini bisa diterapkan dalam pencarian jodoh juga... tetapi manusia juga mencari sesama manusia sebagai jodohnya, bukan sayuran. Jadi tidak ada salah satu pihak yang diwajibkan bergerak. Karena keduanya bisa bergerak. Tapi aneh bukan, bisa bergerak tetapi memilih untuk tidak bergerak. Bahkan tumbuhan pun rasa-rasanya jika diberi sepasang kaki dia akan berlari-lari selama tidak dimangsa hewan herbivora. Atau omnivora seperti saya.

Ah sudahlah saya juga bingung kenapa bisa sampai sini. Yah, pokoknya saya ingin bilang sama rezeki saya, "hey kamu tunggu saja di situ ya! kalau tidak ada halangan, atau benda lain melintang, saya akan datang menjemputmyu, dalam tempo sesingkat-singkatnya! Akyu rindu...". Unyu...

Mari berburu

Alasan saya posting kali ini adalah karena saya sedang bosan menghafal. Yes, sudah dari 2 jam yang lalu saya bolak-balik ke web itu-itu saja untuk menyisip sepotong demi sepotong informasi ke kepala saya, karena saya butuh tahu banyak tentang yang saya cari tahu dan kapasitas otak saya yang terlalu sering dipakai tidur harus pelan-pelan menelan semua itu. Ini ada hubungannya dengan judul di atas.. ya standarlah saya sedang berburu kerja dan butuh persiapan untuk wawancara. Kata berburu lebih cocok di sini karena tidak susah mencari pekerjaan, yang susah adalah mendapatkannya lebih dulu dari banyak pemburu lain.

Harap diingat bahwa saya tidak ada maksud untuk berkarir sebagai pemburu kerja profesional. Cukuplah 1-2 kali kemudian berhenti untuk memberikan kesempatan bagi orang lain. Kasihan.

Nah, karena berstatus sebagai pemburu, maka naluri pemburu pun akan muncul dengan sendirinya. Bila di hutan Anda berburu dengan senapan dan di laut Anda berburu dengan pancing, maka di dunia kerja Anda harus dengan seni. Bila Anda kesulitan membedakan yang mana pancing yang mana senapan, maka Anda harus banyak merenung.

Lebih banyak tentang seni berburu kerja ini akan bisa Anda dapatkan setelah saya mengetes keabsahan ilmu ini terlebih dahulu. Jadi doakan saya berhasil lulus dalam wawancara user 2 hari lagi karena itu akan berpengaruh luas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di negeri ini.

Terima kasih.

Hail to The Speed!

Kalian semua pasti sudah tahu saya menggemari F1.. Apa? Wah, sayang sekali. Baiklah akan saya ceritakan awal perkenalan saya dengan Formula 1 ini.

Waktu itu 1998, kalau tidak salah. Waktu itu hujan rintik-rintik, angin melebat, ombak berdeburan, angin melebat... angin melebat apa sih maksudnya??? Tauk. Waktu itu saya baru gede, masih belum boleh begadang malam-malam, sungguh ironis, padahal kalau siang bukan begadang namanya. Malam itu saya bertahan di depan TV untuk menonton mobil-mobil berbentuk lucu warna-warni dengan tulisan besar-besar di body-nya. Saya terpana melihat overall pembalap dengan banyak logo sponsor tercetak di atasnya: Marlboro, West, Shell, Acer, MildSeven, Yahoo, Mobil, Lucky Strike, dlsb. Di mobil berwarna  merah ada gambar kuda hitam, di mobil hitam ada lambang Merced*ez (gak niat menyensor,hha), dan helm-helm mengkilap yang tampaknya mahal sekali, dan gadis-gadis ojeg payung yang kekurangan bahan sandang. Kasihan benar. Padahal mereka cantik-cantik. Pertarungan saat itu dirajai oleh 2 mobil tersebut, dengan mobil berlambang kuda hitam sebagai unggulan, dan mobil berwarna hitam sebagai kuda hitamnya!

Saya biasanya akan mendapat teguran dari yang berkuasa di rumah kalau kedapatan menonton TV tengah malam. Tapi malam itu tidak. Ayah, yang waktu itu kebetulan turun untuk mengecek anak-anak, mendapati saya sedang serius nonton, lalu saya kaget, lalu dengan satu gerakan cepat, beliau sudah ada di samping saya sambil ngemil kacang. Kurang lebih begitu. Intinya beliau tidak melarang bahkan menemani saya nonton sampai ketiduran (sayanya yang ketiduran).

Sejak saat itu saya intens mengoleksi segala sesuatunya tentang F1, berita di koran, gambar di majalah, buku tulis dengan sampul Ferrari, geretan mildseven555, artikel tentang teknologi sasis mobil, apa saja walaupun saya tidak mengerti untuk apa. Belakangan saya juga mengoleksi videoklip F1 dari Youtube. Di sekolah saya jadi orang yang merasa paling mengerti tentang olahraga ini, tentang mengapa sumbu rangka mobil F1 bersilangan membentuk X, tentang perbedaan suspensi V-terbalik, suspensi tunggal dan ganda pada sayap depan, tentang fakta bahwa sebuah mobil tidak bisa cepat di lintasan lurus dan di tikungan sekaligus, tentang mengapa pembalap hebat memiliki helm berwarna mencolok, bahwa pembalap Finlandia memiliki darah khusus pembalap di pembuluhnya (adalah orang Jerman yang akhirnya mematahkan-matahkan teori saya dengan menjadi juara dunia 7 kali), hingga semua nama pembalap, nama tim, dan bos timnya saya hafal. Jika saja dalam kurikulum muatan lokal di sekolah kami ada pelajaran "Pendidikan F1 Dasar", saya yakin akan lulus dengan nilai 'sangat memuaskan dengan pujian dari teman-teman perempuan dan adik kelas'.

Sihir sirkus ini telah mengenai saya, dan seperti putri-putri kena sihir yang ingin balas dendam menyihir balik sang penyihir, saya pun ingin mencoba tahu rasanya mengendarai mobil F1. Tapi ini bukanlah balapan yang mudah dijangkau seperti halnya balapan motor bebek tune-up. Ini adalah F1, yang mewah, yang eksklusif itu. Jadi, saya mulai membeli game komputer F1 1997. Tak perlu waktu lama untuk menguasainya. Bukannya sombong, tapi gamenya memang jelek, AI-nya disenggol sedikit langsung jedarjeder tabrakan beterbangan berputar-putar. Sungguh lebay. Lalu saya membeli game F1 2002. Yang ini lumayan, saya masih memainkannya sampai sekarang, tingkat kesulitan bisa diatur, konsumsi bahan bakar, rasio gigi, keseimbangan rem depan-belakang juga bisa disetting sesuka hati. Sebagai pelengkap, saya punya kursi buntelan yang bisa saya bentuk agar seolah-olah saya sedang berada di dalam kokpit. Ini bodoh sekali.

Nearest-F1-experience yang pernah terjadi sama saya adalah saat tim Honda melakukan roadshow ke berbagai kota di Indonesia dengan trailer raksasa yang didalamnya mengangkut mobil balap F1 untuk dipamerkan. Entah saat itu mereka tersesat atau apa, tapi truk besar itu ada di kota kami, Jatinangor! Jeng jeng jeng! Sungguh mirip dengan aslinya: cat mobil, setir, kursi, bahkan ada ojeg payung lokal yang tak kalah cantik. Saya pun meminta ijin berfoto di samping mobil itu. Bangga sekali rasanya. Sayang mobil itu dipagar dan dijaga ketat, kalau tidak saya sudah menyusup ke dalam kokpitnya dan ngebut masuk ke jalan tol dan finish di Bandara Soekarno-Hatta disambut pramugari dan polisi bandara. Lalu mereka akan menghukum saya atas kebodohan saya karena mengendarai mobil display yang tidak bermesin. Antar kota pula.

Sekarang, setelah bertahun-tahun kemudian, saya menjadi tidak terlalu tergila-gila dengan semua ini. Sihir mulai memudar, dan seperti putri-putri (hablahablah..) saya mulai teralihkan dengan hal-hal lain yang lebih realistis. Banyak hal lain. Tapi, sebenarnya, jauh dalam hati kecil dan jiwa yang masih seperti anak kecil, saya masih membayangkan Oom Bernie Eclestone atau salah seorang orang dalam industri F1 membaca tulisan ini dan terenyuh membaca kisah saya dan mengusahakan agar saya bisa memiliki mobil F1 sendiri, yang bekas pun tak apa, asal bisa dipakai mejeng. Biar nanti saya bisa mengharumkan nama bangsa sebagai orang Indonesia pertama yang punya tim F1 merangkap direktur teknis, pembalap, mekanik, dan tukang cuci mobil.

Gak Jelas Part I

"Makanan apa yang disegani orang?" Wah sms apa ni tiba-tiba.

"Hmm.. ga tau." Saya jawab asal.

"Es Beye sama Sup Kalla!" Ha ha, boleh juga.

"Holoh. Sama Mie Gawati aja sekalian!" Ikut-ikutan.

"Jus Dur! Soto Yoso!" Eh, masih ngebales.

"Ho! Sayur.. Paloh! Ahaha." Ikut-ikutan lagi.

"Bakar Tanjung.. bakar jagung..heheh." Gelo.

"Ubi Ranto..Halah jaoh. Gantian, kenapa ingus rasanya asin?" Sumpah ini nanya iseng.

"Kalo itu.. jadi dlm tubuh kita itu ada yang namanya ion2 yang menjaga keseimbangan cairan, ada K, Na, Cl, dkknya.. yang didalam sel K, yg di luar sel ada Na, Cl.. yg diluar sel itu namanya interstitial, ruang interstitial tu yang meradang kalo ada infeksi kalo ada infeksi atau penyebab radang lainnya.. Nah, kalo diidung ingus itu terjadi karena reaksi radang di mukosa hidung bisa karena virus, bakteri/alergi. Salah satu produk dari reaksi radang tu mucus alias ingus, tu dihasilkan ma sel mukosa idung. Cairannya mengandung Na tadi.. Na sama Cl bereaksi membentuk senyawa yang sama dengan garam dapur, makanya rasanya asin.."

Waw..

Dan mood ngegaring saya pun hilang demi mendengar analisa medis.



*sms menunggu buka puasa antara saya dan Kak Ina taun 2008, beberapa bulan setelah dia mendapat SK Dokter.

The Talk of The Kang to The Kung

Diskusi meja makan antara 2 orang mahasiswa geologi yang minim informasi nutrisi. Mari kita namakan saja mereka Kang dan Kung.

Kang : Eh, kenapa sih kalo abis makan sayur kangkung suka ngantuk?
Kung : Karena mengandung zat besi. Tahukan zat besi?
Kang : Iya, mengandung Fe kan? Yang suka dimakan Popeye?
Kung : Bener.
Kang : Terus, kenapa dong ngantuk?
Kung : Soalnya itu zat besi numpuk di kelopak mata bagian atas, jadi aja mata berat pengen tidur.


Ternyata mereka juga tidak ingat kalau Popeye itu sukanya makan bayam!!!

A Wish, A Prayer

And just like that. I don't quite understand, but clearly this is good to hear. I only smiled and held back tears listening to her talking about the TV on volume 4, the friction of sponge and plates while she was doing the dishes, fading sound of Azan, water in the small pond inside her house, and probably her own footstep. Her voice sounded enthusiastic, the yummiest voice in the world. I prayed in silence, wishing that she would again recover what she once had lost ... Please God, let it be true ... I wanna hear her talking about the clock that ticks someday ...

I love her, very much.

The Love Equation

Have you ever heard about The Love Equation?

It says:
1 + 1 = ∞ , while 2 -1 = 0
Read: one plus one equals everything, while two minus one equals nothing.
Well, siapapun penemu persamaan ini, mungkin otaknya tidak se-brilian Newton, tapi pasti dia punya hati merah muda.

Hoppipolla - Song of The Week

Saya sedang kerasukan mantra-mantra Islandia. Halah. Pembuka yang aneh. Mari kita ulangi.

Ini semua berawal dari teman saya Lendra yang mengenalkan saya pada sebuah band alternatif asal Islandia bernama Sigur Ros. "Band ini membawakan musik awang-awang." Begitu katanya. Lalu dia memperdengarkan salah satu single mereka yang berjudul 'Hoppipolla'. Terdengar seperti 'hompimpah' atau 'hollaholladonggala' sih, tapi saya jamin, Hoppipolla adalah bahasa asli Islandia, yang dalam Bahasa Indonesia kurang lebih: 'melompat kedalam kubangan', atau dalam Bahasa Inggris: 'hopping into puddles'. Sebenarnya mereka bukan band baru, dan lagu Hoppipolla sendiri sudah dipakai sebagai original soundtrack di beberapa film, salah satunya adalah film peraih Oscar itu, Slumdog Millionaire. Hanya saja, mungkin band ini kurang populer di sini karena tidak banyak yang mengapresiasi lagu dengan bahasa yang lebih mirip jinx-jinx sihir, selain karena susah juga untuk dinyanyikan sendiri.

"Brosandi... hemhumsisirihohumlahonholablablabla... Aarghh..". Dan mereka kembali membawakan lagu-lagu lokal yang lebih terasa manja di lidah.

Anyway, ini liriknya.
brosandi
hendumst í hringi
höldumst í hendur
allur heimurinn óskýr
nema þú stendur
rennblautur
allur rennvotur
engin gúmmístígvél
hlaupandi inn í okkur
vill springa út úr skel
vindurinn
og útilykt af hárinu þínu
ég lamdi eins fast og ég get
með nefinu mínu
hoppípolla
í engum stígvélum
allur rennvotur (rennblautur)
í engum stígvélum
og ég fæ blóðnasir
en ég stend alltaf upp
og ég fæ blóðnasir
og ég stend alltaf upp

Dan ini videonya.



Lagu dan videonya sama-sama kereeeen! Orang-orang tua yang gokil dan penuh semangat. Haha. Dan mereka sempat-sempatnya tawuran di kuburan.. *hammer*

Dan saya jatuh cinta pada intro lagu ini.. denting pianonya.. melodi randomnya.. Kamu harus mendengarnya berulang-ulang kali sampai bisa hafal dengan pola melodinya. It's just.. awang-awang.

Buat Avatarmu!

Permisi sebelumnya, bisa lihat dulu bagian kanan atas blog saya? Sudah?

Terima kasih. Itu adalah avatar saya. Keren kan? Kan!? Kan!!?

Kali ini saya ingin menulis tentang avatar saya (yang katanya sih lebih ganteng daripada aslinya). Salah satu alasannya adalah disuruh teman untuk ikut memeriahkan ulang tahun Diatasawam yang pada 13 Februari lalu berusia 1 tahun. Oh, sebelumnya ijinkan saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Diatasawam, semoga semakin berdedikasi terhadap masyarakat awam yang membutuhkan informasi-yang-tidak-setengah-setengah, dan selalu menggunakan bahasa manusia biasa agar semuanya menjadi paham. Seriously guys, that's one of your plus points. Keep it up!

Apa hubungan avatar saya dengan Diatasawam? Kita akan sampai ke situ nanti.

Berawal dari ketertarikan saya terhadap dunia maya dan keterbatasan pengetahuan terhadap aplikasi-aplikasi di dalamnya, saya sering mengalami kesulitan sendiri dalam mengulik aplikasi di internet. Google pun lantas menjadi pilihan utama. Kebetulan, seorang teman (sebut saja Shita, 22 tahun, ini blognya-->;D) mengenalkan saya dengan sebuah website tutorial bernama Diatasawam di mana dia menyumbangkan tulisan-tulisannya. Sejak itu, saya jadi rajin mengecek perkembangan web ini. Panduannya pun mudah diikuti bahkan oleh teman primata saya. Walaupun, secara pribadi saya berharap dapat menemukan lebih banyak tutorial tentang aplikasi baru yang belum dikenal luas. Akan bagus bukan, jika ada aplikasi yang baru akan booming di ranah maya, namun Diatasawam sudah menyediakan panduan mengenainya. Wah, pasti akan semakin banyak pembacanya. Insya Allah.

Anyway, salah satu artikel yang paling saya sukai adalah Membuat Avatar dengan FaceYourManga, ditulis oleh Shita. Berbeda dengan kebanyakan atikel lainnya, tulisan ini berisi panduan untuk 'bersenang-senang'. Well, saya tidak piawai dalam menggambar atau bersketsa, dan jelas tidak kebagian menikmati kegiatan 'bongkar-pasang Barbie' di masa kecil. (Sungguh!) Jadi, bagi saya ini semacam pelampiasan.

Seperti yang tertulis dalam artikelnya, cara membuat avatar dengan FaceYourManga ini terdiri dari 8 langkah. Langkah 1-4 cukup mudah, dijelaskan dengan efisien dan gambar yang jernih. Langkah 5 adalah bagian terbaik dari semuanya. Di sini kita bisa berkreasi menciptakan wajah 2D dengan pilihan bentuk mata, hidung, mulut, rahang, alis, telinga, rambut, pakaian dan bereksperimen tanpa perlu takut gambarnya rusak atau tercoreng, karena tidak ada tinta yang dilibatkan di sini, hanya mouse dan ujung jari. Bagi yang jauh di lubuk hatinya ingin memiliki tato atau tindikan di wajah namun tidak tega untuk merealisasikannya di dunia nyata, maka cobalah ini. Kamu dapat menciptakan avatarmu sendiri plus tato dan tindik, bahkan cambang a la Elvis Presley! As for me, saya mencoba membuat rekaan wajah saya sendiri semirip mungkin, dan hasilnya adalah seperti yang dapat dilihat di atas tadi. Langkah penutup 6-8 juga dipaparkan dengan baik oleh Shita, lengkap dengan penjelasan ringkas mengenai Gravatar disertai link artikel yang sudah pernah dibahas terpisah oleh Mba Rieka.

Jika ada kekurangan dari artikel ini, itu adalah penjelasan pada langkah 5. Pembaca mungkin kurang mendapat cukup gambaran visual yang dapat membuat mereka penasaran untuk mencoba. Yang terlihat hanya satu avatar-siap-pakai, dan melewatkan bagian transformasinya.

Bandingkan dengan ini.



Mengerti maksud saya?

Tapi ini tidak signifikan, dan mungkin oleh pertimbangan tertentu tidak dimasukkan ke dalam tutorial oleh penulis. Secara keseluruhan, panduan yang diberikan cukup memuaskan, seperti halnya artikel-artikel Diatasawam yang lain.

Pesan untuk Shita: teruslah menulis selama kamu mencintainya. You've got more than talent!
Pesan untuk Diatasawam: keep up the good work & Selamat Ulang Tahun.

Ich Vermisse Dich

Saya kesulitan tidur beberapa malam belakangan ini. Ada sesuatu yang tidak biasa dalam ritual tidur saya. Setelah melepas kacamata, mematikan lampu, naik ke atas kasur setebal 20 cm, membenarkan selimut, membaca doa sebelum tidur dan Ayat Kursi, biasanya saya kemudian berbaring pasrah mengharap kantuk segera datang.

Dalam upaya mengundang kantuk, saya mulai melakukan penyesuaian-penyesuaian agar posisi semakin nyaman. Tubuh pun otomatis berbaring ke samping kiri atau kanan tergantung darimana arah matahari akan terbit esok hari, tangan dan kaki buta saya pun menggapai-gapai, tapi tak kunjung menemukan yang dicari. Tunggu, ada sesuatu yang biasanya ada tapi kini tidak lagi di tempatnya.

Lalu, seperti kucing yang tak rela dibuang, ingatan itu kembali. Jelas sekali. Saat ketika saya membawanya keluar kamar dengan sadar, dan mendiamkannya begitu saja. Saya bahkan tidak ambil pusing dengan apa yang akan dilakukannya dalam hujan dan angin kencang, atau jika ia bertemu dengan kucing-kucing lapar yang kedinginan. Ada rasa penyesalan. Tapi ini semua salahnya. Tentu saja bukan salah saya. Dia tidak seharusnya acak-acakan, bau, dan berbentuk tidak jelas seperti itu.

Apakah saya yang terlalu mudah melepaskan? Apakah sebenarnya ia hanya ingin membuat saya nyaman sehingga tak sempat mengurusi dirinya sendiri? Ah sudahlah. Kalau pun ia sudah milik orang lain sekarang, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Saya tahu ini mustahil, tapi seandainya ada kesempatan sekecil apapun ia sedang membaca tulisan ini..

Saya hanya ingin bilang, "Aku merindukanmu, guling buluk.."

Watching in Solitude

Saya memiliki kebiasaan menonton film sendirian. Baik di kamar menghadap layar desktop, maupun di ruang theater menghadapi layar proyeksi 16:9. Well, tidak ada yang spesial dengan menonton di kamar sendiri, sendirian. Pasti banyak yang juga melakukannya. Tapi menonton di bioskop sendirian, yah tidak spesial juga sih. Saya hanya menemukan kebiasaan ini terlihat aneh di mata beberapa teman.. dan di mata banyak orang di lobi theater yang sama mengantri tiket dengan saya. Mungkin mereka kasihan atau kagum. Saya kurang tahu, dan kurang peduli. Saya hanya ingin menonton film, ada teman syukur, tidak juga tidak majalah, koran atau tabloid (plesetan baru--red). Bahkan untuk beberapa film, saya memilih untuk tidak berada di antara orang yang saya kenal, yang bertendensi menjadi komentator di tengah2 pertunjukan. I hate commentators during the show.

Watching in solitude can be fun, you know.. Salah satu contohnya adalah ketika saya mengantri film Spiderman 2 di BIP 21 sekitar 2-3-4 tahun lalu (hhe, maafkan ingatan saya), sendirian, tiba-tiba saya disamperi seorang cewek, sepertinya masih sma, berbasa-basi lagaknya teman lama tak bersua, dengan maksud menyabot antrian tentu saja. Saya yang sudah ngeh langsung play along with it, supaya yang mengantri di belakang saya tidak curiga. Rupanya dia tidak hanya ingin memotong antrian, tapi juga membutuhkan saya untuk membelikan tiket untuk 6 orang temannya yang lain. Jatah 4 tiket untuk 1 orang masih berlaku waktu itu. Jadi dengan saya, kami butuh 8 tiket. Saya tidak biasanya mendukung pelanggaran, tapi waktu itu saya juga sedang bosan. One or two spontaneous thing won't harm anyone. And you know what, saya diberi satu tiket gratis. Ihiy! Agak menyesal juga karena uang saya tidak terpakai.. XD

Kali lain adalah saat ingin nonton film Harry Potter 4 (kapan yah?). Saya tiba siang itu di lobi theater dengan niat mengantri tiket. Baru saja ingin ikut barisan, tiba-tiba ada anak sma (kenapa harus anak sma?) menawarkan 1 tiket dengan muka takut-takut, bisa disangka calo mungkin, atau karena hampir putus asa karena tak kunjung menemukan orang yang mau beli tiketnya. Dia batal nonton karena temannya tak kunjung datang. Jadwal yang tertera adalah untuk pemutaran 10 menit lagi. Langsung saja saya sambar. Kalau mengantri mungkin saya akan mendapatkan tiket untuk pemutaran sore/malam hari atau esoknya mungkin.. mengingat hari itu masih minggu pertama pemutaran. Oh, tenang, saya bayar tiketnya dengan harga sama. Tidak ada yang dirugikan di sini.

Yang terbaru adalah ketika saya menonton film Sang Pemimpi. Saya ingat tanggalnya, 17 Desember 2009. Hari primer. Bila kamu memperhatikan, hampir selalu ada 1 kursi kosong di sebelah rombongan yang jumlahnya ganjil, sehingga kursi tersebut tidak ada yang menempati. Karena kebanyakan pengunjung bioskop datang berpasangan atau berombongan. Dan mereka tidak suka duduk berpencar. Dan saya mengincar kursi itu. Jadi saya untung-untungan saja ngantri.. dan yah, saya dapat satu! Muahahaha.. Tuhan memang Maha Baik.

Ada yang ingat film Tentang Dia karya Rudi Soejarwo? Film ini berpusat pada tokoh Gadis yang berkubang dalam perasaan 'ditinggalkan' karena dikhianati pacar dan teman baiknya. Di tengah frustrasinya dia tidak sengaja bertemu dan berteman dengan Rudi, seorang gadis mandiri yang berlaku bak seorang kakak berhati malaikat, yang bisa membuat dia merasa terlindungi dan tertawa lagi. Pelan-pelan dia belajar untuk percaya bahwa ada orang yang benar tulus kepadanya. Namun tak lama Rudi pun menghilang, yang kemudian ditemukan tewas.. Huhu.. Film ini berkesan karena tema yang diangkat adalah tentang kesendirian dan lagi-lagi karena saya menonton dalam kesendirian (halah), saya jadi ikut bergerak dalam dramanya, merasakan kehilangannya. Bahkan saat film selesai, saya jadi ikut sedih, padahal saya masuk dalam keadaan sehat dan segar bugar. Huff.

World, My Son Starts School Today!

Ini adalah salah satu tulisan favorit saya. Penulisnya adalah seorang ayah dari anak laki-laki yang--pada saat tulisan ini dibuat--baru memulai hari pertama di sekolah dasar. Sang ayah menulis harapan-harapannya pada secarik kertas kepada alam semesta supaya mengajarkan kearifan hidup pada sang anak yang kemudian dititipkan pada saya untuk di-posting di blog ini. Well, sort of. :9 Enjoy!


WORLD, MY SON STARTS SCHOOL TODAY!

World, take my child by the hand--he starts school today! It is all going to be strange and new to him for a while, and I wish you would sort of treat him gently. You see, up to now, he has been the king of the roost. He has been the boss of the backyard. I have always been handy to soothe his feelings.

But now things are going to be different. This morning he is going to walk down the front steps, wave his hands, and start on a great adventure that probably will include wars and tragedy and sorrow.

To live in this world will require faith and love and courage. So, world, I wish you would sort of take him by his young hand and teach him the things he will have to know. Teach him--but gently, if you can.

He will have to learn, I know, that all people are not just--that all men and women are not true. Teach him that for every scoundrel, there is a hero; that for every enemy, there is a friend. Let him learn early that the bullies are the easiest people to lick.

Teach him the wonder of books. Give him quiet time to ponder the eternal mystery of birds in the sky, bees in the sun, and flowers on a green hill. Teach him that it is far more honorable to fail than to cheat. Teach him to have faith in his own ideas, even if everyone tells him they are wrong.

Try to give my son the strength not to follow the crowd when everyone else is getting on the bandwagon. Teach him to listen to others, but to filter all he hears on a screen of truth and to take only the good that comes through.

Teach him never to put a price tag on his heart and soul. Teach him to close his ears on the howling mob--and to stand and fight if he thinks he is right. Teach him gently, world, but do not coddle him, because only the test of fire makes fine steel.

This is a big order, world, but see what you can do. He is such a nice son.

Regards,
Abraham Lincoln


Yap, it's Abby's. He's simply a loving father. Well, he ruled a country too sometimes, abolished enslavement, and grew his beard and sideburn once in a while.. My point is, this kind of hopes are the ones I (and every father in the world) would think of when our child steps his/her foot out to school later someday. And when that time comes, I would proudly say out loud "Hey World, my son starts school today!"

Or at least until I get some flying tomatoes in response.

Dalam Hujan Tentang Angin

Selasa sore itu mendung. Betah rasanya di kosan dengan cuaca begitu. Saya berulangkali mengecek langit Bandung di sebelah barat saya. Di suatu tempat di barat sana, saya yakin sudah turun hujan. Saya mengenali abu-abu pekat itu. Itu bukan gumpalan awan, itu spasi berisi massa air yang sedang jatuh dari langit. Pekat. Tampak alangkah sangat jelas sekali bahwa akan turun hujan pula di Jatinangor. Saya agak khawatir. Bukan apa-apa, tapi ini menyangkut jemuran yang belum kering.

Tapi jika kamu tahu, saya tidak mencemaskan jaket dan beberapa potong celana yang tidak seberapa itu. Tapi saya ada janji bertemu dosen sore itu di rumahnya, yang artinya saya harus pergi ke rumah beliau. Tapi itu tadi barusan adalah contoh kalimat tidak efektif lainnya, karena rumah beliau tidak mungkin mendatangi saya, bukan? Tapi, ya sudahlah.

Mau tidak mau saya harus pergi juga. Dengan motor pinjaman saya menjemput Abim Si Anak Bima. Lalu pergilah kami. Dan benar saja perkiraan saya, hujan mulai turun. Abim yang baik hati menawarkan opsi terus atau kembali ke rumah untuk menukar motor dengan mobil. Padahal mobilnya Abim sedang ringan bagian tangkinya, walaupun bagasinya terisi alat berat. (payung, bantal, dongkrak mainan, sandal serap, dll). Saya terpaksa setuju. Mumpung hujan masih berupa gerimis menunjang, pikir saya. Menunjang kami untuk kembali ke rumah tanpa basah berarti.

Kami tiba di tujuan.. Ketemu.. Salaman.. Numpang shalat.. Ngobrol ini dan itu.. bla bla.. Dibekali wejangan.. bla bla bla.. Ada kucing lewat.. miaw miaw.. Wejangan lagi.. bla bla bla bla.. Numpang pipis.. Permisi pulang. Semua itu terjadi hanya dalam waktu 2 jam saja. Sungguh bincang-bincang yang singkat dan bermanfaat.

Hari sudah malam. Ikan sudah bobo. Hujan masih turun juga. Suhu udara semakin turun. Berada di dalam mobil tidak banyak membantu. Saya bersyukur cabin pressure tidak ikut-ikutan nge-drop. Mungkin untuk menghangatkan suasana, Abim mulai berkicau tentang rencananya belajar Bahasa Belanda.

"Emang lu pengen ke Belanda, Dul?" tanya saya. Dul maksudnya dulur, artinya saudara.

"Ya hayang wae belajar, tempat les yang bagus di mana sih?" Abim masih semangat.

"Emang udah pasti ke sana?" Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lain. Tidak baik.

"Belum sih. Tapi bisa laah. Masa, Abim dan angin gak bisa sampe Belanda.."

Angin? Apaa lagi..

Usut kabel punya usut kabel (halah ribet), ternyata Si Anak Bima sedang penasaran dengan angin. Tampaknya dia sedang mencari-cari makna penciptaan zat alir ini dan sifatnya yang unik itu. Mungkin dia merasakan kemiripan sifat. "Mengalir, berhembus pelan dalam harmoni, bergerak cepat karena perbedaan tekanan yang besar, atau hanya statis seolah gaib. Padahal ia ada dalam tarikan napas kita." Begitu kira-kira maksud Abim.

Percakapan tentang filosofi benda-benda tak hidup itu membuat saya membanding-bandingkan diri saya dengan benda tak hidup lainnya. Mirip apa ya saya? Angin kah? Tanah? Api? Asap? Gunung es? Air? Teh Kotak? Kopi? Awan? Kuku kaki? Kaca mobil? Marka jalan? Lalu filosofi apa yang terkandung di baliknya?

But, I can't define myself as one single, particular thing. Saya sedikit-sedikit punya sifat dari benda-benda mati itu. Kadang saya angin-anginan, kadang berapi-api, berasap jikalau kebingungan, dan suatu hari nanti akan menjadi bagian dari tanah. Akan ada yang setuju jika saya ini disebut gunung es. Saya juga bisa menjadi 'Teh Kotak' bagi orang-orang tertentu. :9

Tapi manusia memang tidak diciptakan sesederhana itu, bukan? Semoga saya tidak berlaku sombong dengan berkata bahwa manusia adalah masterpiece dari semua ciptaan Tuhan, dengan segala dinamikanya, keunikannya. Bahkan satu manusia dengan yang lainnya saja unik. Tak ada yang sama. Tapi jika harus menimbang-nimbang sifat benda mana yang paling mirip dengan saya, that would be Kantong Ajaib Doraemon. Beragam benda ada di dalamnya. dari yang masuk akal sampai yang mustahil bin muslihat. Yap. Saya adalah Kantong Ajaib Doraemon, disingkat Tongjamon.

Tak lama, mobil berhenti. Abim membelok-belokkan setir sambil menginjak-injak pedal di bawah kakinya untuk mendapatkan parkir sempurna bagi mobilnya. Hujan sudah berhenti. Tongjamon melanjutkan perjalanan pulang ke Jatinangor.

Banggalah dengan Instabilitas

Seumur hidup saya berusaha menjadi pribadi yang stabil. Saya melihat stabilitas melalui kacamata saya yang minus ini sebagai suatu keadaan dimana manusia sudah bisa mengontrol keseimbangan dirinya sendiri, seperti rasa takut yang mengimbangi kenekatan, rasa malu yang mengimbangi kekurangajaran, rasa rendah diri yang mengimbangi kesombongan, ataupun rasa waspada yang mengimbangi kenaifan. Semua hal tersebut tidak ada yang bersifat mutlak baik atau buruk. Semuanya dibutuhkan sesuai dengan kadarnya masing-masing. Dan ketika seseorang telah menemukan cara menempatkan semua energi positif dan negatif mereka pada tempatnya, saya menyebut mereka pribadi stabil.

Lihatlah, jika ada berita kemalangan yang menimpa mereka, mereka akan sejenak tertegun tapi kemudian menguasai diri mereka kembali, menelepon beberapa nomor, berbicara kepada orang-orang tertentu lalu meninggalkan pesta tempat mereka awalnya berada dengan muka sedikit menunduk menjaga fokus, sambil tersenyum pada orang-orang yang dilalui menuju pintu keluar.

Lihatlah, jika ada berita Idul Adha datang lebih cepat, jangan mengharap mereka akan berlompatan dan berteriak norak. A simple woo-hoo dan high-five sudah cukup. Bereaksi namun tidak berlebihan. Kurang lebih begitu maksud saya.

Saya tidak tahu apakah zodiak saya yang berlambang timbangan itu ada hubungannya dengan ini, yang jelas selama ini saya menjunjung tinggi keseimbangan. I dunno why, I just do.

Prinsip saya goyah ketika saya menonton salah satu episode Mario Teguh yang disiarkan di salah satu channel TV-berita lokal. Anda pasti familiar, cukup menekan angka 4 pada remote TV teman saya, maka channel yang dimaksud akan muncul.
Anyway..

Inilah kata-kata penggoyah iman tersebut.
"Orang-orang yang menginginkan stabilitas tidak pernah betul-betul berhasil"

And then I was like, "Excuse mehh?!"

And then he gave me this analogy:
"Pesawat tempur yang paling hebat adalah pesawat tempur yang aslinya tidak stabil, terlalu labil untuk dikontrol oleh manusia, sampai harus menggunakan komputer, sehingga dia berbelok kapan pun, berbalik, dan kembali dalam dockfight kapan pun.

"Pribadi yang tidak stabil mempunyai kecenderungan berhasil yang lebih besar, karena tidak malu dia berubah pendapat, tidak malu dia mengganti rencana, dan tidak jengah dia melakukan sesuatu yang baru. Banggalah dengan instabilitas."

And then I was like, "Humm.. but still.. you know.."

Lalu Mario Teguh kembali menjawab pertanyaan audiens yang lain. Dia tak mendengar saya karena saya hanya menonton dari layar televisi dan percakapan sebelumnya tidak benar-benar terjadi secara dua arah. Saya hanya membayangkannya.

Lalu apa hebatnya menjadi pribadi yang stabil? Saya teringat teman baik sewaktu SMA pernah mengatakan kalau emosi saya ini terlalu stabil, overstabil sampai-sampai terlihat tidak seimbang. Dia yang seharusnya menjadi orang yang paling bisa 'membaca' saya pun kewalahan dengan bawaan saya itu. Kasihan juga dia.

Lalu apa hebatnya? Entahlah...
Di satu sisi, saya meyakini stabilitas itu lebih baik daripada instabilitas.
Di sisi lain, saya tidak bisa menyangkal kata-kata Mbah Marijo Teguh itu. Ada orang-orang yang melakukan hal-hal berguna, biasa-biasa saja, dan hidup bahagia. Tidak pernah mencapai mimpi-mimpi terliarnya, namun juga tidak pernah jatuh bangkrut sampai harus menggadaikan pakaian dalam.
Namun ada orang-orang yang mengambil resiko, gagal, beralih ke hal lain apapun yang menarik minatnya sampai akhirnya menemukan hal terbesar yang memang diinginkannya. Dan ketika waktunya tiba, dia telah meninggalkan bekas di hidup banyak orang. This kind of people fly high, but when they fall, they fall hard. But then, they could fly again, higher..

Believe me, jika Anda mulai bertanya-tanya setelah membaca tulisan ini, maka saya juga demikian. Apakah kita hanya akan menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja? Or live in instability, with possibilities of reaching the highest peak and drowning to the lowest point? Karena tak akan ada zenith jika tanpa nadir, bukan.. Dan hidup hanya sekali.. So, if we can live it to the fullest, I suppose.. that would be cool.

tak benar-benar menulis -- sılnuǝɯ ɹɐuǝq-ɹɐuǝq ʞɐʇ

Tinta menghilang mengikuti tarikan pena. Ujung pena terpisah dari permukaan kertas. Pena berputar dari kelingking ke jempol. Lalu berputar-putar di tangan beberapa lama. Pena diletakkan ke dalam cangkir berisi alat tulis. Tangan mengaduk-aduk cangkir. Badan berguling naik ke atas kasur dalam gerakan canggung. Inspirasi terangkat dari pikiran. Pandangan beralih dari kertas di dinding. Mencari-cari. Memandang sekeliling. Layar HP masih menyala di lantai. Tangan mengambil lalu memencet beberapa tombol. Layar mati dalam genggaman. Meringis. Lutut bergerak sedikit. Ia tak mau digerakkan. Pinggang terasa kaku. Sendi terasa ngilu. Nyawa tersebar. Menatap kosong langit-langit. Mata mengerjap-ngerjap. Merasakan cahaya di kelopak mata yang terpejam. Aku tertidur.

--------------------------------------------------------

Aku terjaga. Ada cahaya di luar, walau dengan kelopak mata yang masih terpejam. Aku mengerjap. Menatap kosong langit-langit. Mengumpulkan nyawa. Sendi terasa ngilu. Pinggang terasa kaku. Mencoba merasakan lutut. Menggerakkannya sedikit demi sedikit. Awhh..nyeri. HP masih dalam genggaman. Sudah pukul 10 pagi. Tidak ada pesan baru. Aku meletakkannya di lantai. Memandang sekeliling. Mencari-cari. Pandangan berhenti pada kertas di dinding. Tersengat inspirasi. Berguling bangun pelan-pelan. Mencari pena di cangkir berisi alat tulis. Dapat. Aku memutarnya di tangan sambil menimbang-nimbang. Memutarnya dari jempol ke kelingking. Aku meletakkan ujung pena di atas kertas. Aku mulai menulis.

A (Made Up) Story of David Belle

►Fécamp, 29 April 1973
Madame Belle: Aaaaaaaahh... huh huh huh... aaaaaaaaahh... (jrot)
William Jelley: Mon dieu! Anak kita laki-laki! Dan dia punya otot perut yang bagus seperti martabak bikinan Chef David Choirudin (j.d.s. Rudy). Pantas saja foto USG-nya kadang lurus kadang bengkok, kiranya dia rajin sit-up. Kita kasih nama David saja, Mi?
Madame Belle: Boleh, David Belle ya Pi.



░ David Belle dikenal luas sebagai pelopor parkour. Ia lahir dan besar dari sebuah keluarga sederhana di Fécamp, pinggiran kota Paris, Perancis. Kakeknya, Gilbert Kitten, ayah, William Jelley, dan abang, Jeff Belle adalah anggota tim penyelamat kebakaran terlatih militer Prancis.░



►Fécamp, 1978
William Jelley: David, ayo ikut Papi nonton film Jackie Chan, hari ini ada premier The Police Story. Tapi jangan bilang mamimu.

►Fécamp, 1983
David Belle: Iya Mi! Sebentar lagi turun! Sedang nonton Jackie Chan!

░ Ia tinggal di Fécamp dan kemudian pindah ke Les Sables d'Olonne sampai umur 14. Sebuah masa di mana ia mulai menunjukkan bakat dan ketertarikan dalam ‘aksi gerak cepat’. Dia handal di bidang atletik, memanjat, gimnastik, dan bela diri.░

►Fécamp, awal 1988
Gilbert Kitten: Cucuku. Aku perhatikan kamu berbakat dalam hal beladiri, dan lihai memanjat seperti kucing. Sat set sat set. Sebentar lagi kamu 15 tahun, sudah saatnya berbakti untuk negara. Tetaplah rendah hati. Gunakan kelebihanmu untuk menolong orang-orang. Dengan begitu hidupmu lebih bermakna.
David Belle: Waw, Kakek keren deh. Aku ingin jadi seperti Kakek.

░ Kakek dari pihak ibunya, Gilbert Kitten, lah yang menginspirasi David remaja akan sifat kepahlawanan dan selalu membantu orang lain.░

►Fécamp, akhir 1988
David Belle: Ayah, Bundo. Ijinkan awak pergi merantau. Saatnya awak menggunakan ilmu silat ayam jago ini ke dunia luar. Jangan hentikan awak. Samlekom!
Madame Belle: . . . ?
William Jelley: . . . ?

░ Pada 1988, saat menginjak 15 tahun, David meninggalkan sekolah dan pindah ke Lisses, Paris untuk memulai bakti kepada Negara. Di sana ia memperoleh sertifikat French National First Aid dan UFOLEP sebagai instruktur gimnastik.░

►Lisses, 1990
Sébastien Foucan: Waw, otot perut yang bagus. Hobi manjat juga? Kenalkan, saya Seb. Ini teman-teman saya anak kampung sini: Yan.. Pret.. Jum.. Pit..
Yahn Hnautra: Hi.
Frederic Hnautra: Bonjour.
Kazuma: Ohayo.
David Balgogne: Yow.
David Belle: Halo semua. Sebentar saya tambal rumah tua ini dulu. Atapnya bolong parah.
Sébastien Foucan: Itu cerobong asap. Lebih baik kamu ikut kami lari pagi, mau?
David Belle: Oh..Baiklah, bagaimana dengan sedikit memanjat dan melompat?
Sébastien Foucan: Terdengar elegan.

░ Ia berteman baik dengan sekelompok remaja (Yann Hnautra, Frédéric Hnautra, David Balgogne, Sébastien Foucan dan Kazuma) yang sama-sama berbagi hasrat dalam olah fisik, dan kemudian membentuk Yamakasi. Setelah beberapa lama bergabung dengan brigade pemadam, David dibebastugaskan untuk sementara karena cedera lengan, namun ia tidak kembali lagi dengan alasan pribadi.░

░ Ia kemudian bergabung dengan tentara marinir di Vannes, di mana ia mendapat promosi, sertifikat kehormatan, dan pemegang rekor dalam lomba panjat tali antar resimen, dan lomba halang rintang Essonne. Namun demikian, dia merasa cinta dan hasratnya akan petualangan dan kebebasan tidak tersalurkan dengan baik dalam kehidupan militer yang terkekang.░

░ Dalam menyelesaikan bakti negaranya, ia bekerja menjadi apa saja termasuk buruh bangunan, penjaga keamanan dan sales furniture. Dia lalu terbang ke India dan mendapat sabuk hitam GongFu. Sekembalinya dari sana ia mulai mempromosikan disiplin ilmu yang didapatnya dengan memfilmkan kemampuan beraksinya. Tahun 1997, tim Stade 2 (Francis Marroto, Pierre Sleed and Pierre Salviac) diperlihatkan film itu, dan mereka memutuskan untuk membuat film mengenai David Belle dan parkour, dalam rangkaian kolaborasi dengan 'the speed-air man', 'catmen', 'la Relève' dan 'les traceurs'. Kata ‘traceur’ sejak saat itu dipakai sebagai sebutan bagi praktisi parkour.░

░ Parkour menuai sukses di layar lebar. David kemudian mengembangkan kemampuan aktingnya dengan bermain dalam beberapa promosi iklan, di antaranya BBC, Nissan, dan Nike; dan film District B13.░

►Somewhere, Someday
Sébastien Foucan : Pit, aku rasa kita harus mengembangkan semua ini menjadi lebih estetis, lebih indah. Kita harus menambahkan unsur seni di dalamnya, agar terlihat bergaya dan baik di mata orang.
David Belle : Parkour adalah seni, Sep. Efisiensi adalah segalanya. Tujuannya adalah untuk mencapai titik B dari titik A dengan cara paling cepat dan efisien. Keindahan akan mengikuti dengan sendirinya.
Sébastien Foucan : Tapi kan...
David Belle : Aku tetap pada jalanku. Silahkan kembangkan ini menurut yang kau percayai, tapi ingatlah: kita lahir dari tempat yang sama. Jangan lupa itu..
Sébastien Foucan : Well.. So this is how we part ways..
David Belle : Yeah.. Good luck, brother.

░ Sébastien Foucan kemudian mengembangkan parkour lebih jauh lagi dari segi estetika.
Dalam freerunning tujuan bukanlah yang utama, tapi proses yang elegan dan akrobatik. Dan begitulah awal pengembangan freerunning dari parkour. Anyhow, they both aren't so different. They were evoked in a passion to be strong, to be useful.░░


Source: wikipedia

21 years today

Hari pertama puasa tidak ketinggalan sahur! Alhamdulillah..
Oh iya, sebelumnya saya mau mengucapkan selamat berpuasa yah bagi saudara-saudara seiman. Semoga terhindar dari godaan es cendol..

Hari ini adalah 1 ramadhan 1430H. Adalah juga 22 agustus 2009, tepat 21 tahun setelah adik saya satu-satunya dilahirkan 21 tahun yang lalu
(>>ciri-ciri tulisan tidak efektif). Dia lebih muda 3 tahun dari saya. Sampai hari terakhir yang bisa saya ingat, hobinya adalah menempel pada induk semang. Maksud saya ibu kami. Mungkin karena dia bungsu. Bukan. Pasti karena dia bungsu. Dialah dia, adik saya. Yang polos, yang tidak jarang ditindas oleh kakak-kakaknya --terutama saya-- tapi selalu yang pertama ingat ketika kakak-kakaknya berulang tahun. Yang murah hati, yang memecahkan celengannya yang tak seberapa itu untuk uangnya dititipkan dalam amplop pada kakak saya saat akan berangkat sekolah ke luar negeri, tapi amplop tidak sempat diserahkan (cerita itu masih membuat saya kesulitan bernapas). Yang dengan segala keterbatasannya, berusaha berbuat lebih dari orang lain. Yang memandang dunia dengan caranya sendiri, yang mengiritasi orang-orang yang dangkal menilainya (itu saya :( ) Dialah dia, adik saya. Yang tidak pernah merayakan ulang tahun yang ke-17. Yang membuktikan perkataan "you never know what you truly have til its gone". Yang hanya bisa saya doakan saat ini agar tenang di sisi-Nya. Selamat Ulang Tahun, De Putri.. Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afini wa'fuanhu.

Saya harus cuci muka.

Merdeka!


Tak akan menukarmu dengan yang lain.

Selamat Ulang Tahun.

Ila & Kay

Saya punya 2 ponakan, Ila dan Kay namanya. Mereka adalah anak-anak dari 2 abang saya dengan istrinya masing-masing. Anak-anak dari bibi atau paman biasa kita sebut sepupu sedangkan anak dari kakek nenek adalah orang tua kita. Saya memanggil mereka Ayah dan Nyak.

Saya mau cerita apa tadi?

Oh iya, Ila dan Kay.

Ila akan genap 4 tahun pada Oktober ini dan Kay baru berumur 2.5 tahun. Saya adalah paman yang buruk karena tidak mendampingi mereka di saat mereka tumbuh; di saat mereka mengucapkan kata pertama mereka dalam bahasa indonesia (ma-ma) dan bahasa inggris (un-cle) dan di saat mereka menjejakkan langkah untuk pertama kali; mencuci popok, atau menyusui mereka. Ibu mereka mengerjakan semuanya.

Alhamdulillah, saya dan keluarga besar (Ibu, kakak yang besar-besar, ipar, dan ponakan) bisa berkumpul kembali dalam acara pernikahan kakak saya yang ke-4 di Jakarta pada awal bulan ini. Setelah hampir 2 tahun tidak bertemu muka, tak ada kata yang mampu terucap ketika saya melihat wajah ponakan saya yang tertidur pulas. Ibunya mengancam saya untuk diam. Ila baru saja tidur dan dia tak ingin balitanya terbangun oleh kedatangan saya yang kurang casual.

Tahukah Anda ciri-ciri gadis cantik akan terlihat sejak dia kecil? Jika ingin lebih yakin, lihatlah saat dia pulas tertidur. Dan, waw... dia cantik.

Dia juga cerdas (atau licik? hhe). Kejadian berlangsung di area foodcourt Sea World, siang hari. Simak adegan berikut.

Bunda : Nak, makan nak. (menyendokkan nasi+kuah sop)
Ila : Panaas..
Bunda : (tiup-tiup, suapin)
Ila : (kunyah-kunyah trus dimuntahin) Pedaash..
Bunda : (icip-icip) Mana ada pedas ni. (menyuapkan kuah sop)
Ila : Ashaam.. (muka dikecut-kecutin)
Ayah : Gak ada alasan! Tutup, kunyah, telan. Abis ini baru beli es krim.
Ila : (Bingo! Kemauannya dituruti tanpa perlu diminta. Lalu ia pun makan dengan patuh, walau hanya habis setengah.)

Dan lucu. Dengarlah saat dia mendaur ulang lagu populer milik Alm. Mbah Surip

♫ pak gendong kemana-mana
buk gendong kemana-mana
nek gendong kemana-mana
kek gendong kemana-mana
bang gendong kemana-mana
ceu gendong kemana-mana ♫

Dengan irama yang berulang-ulang tentunya.
Yang mendengar pun tertawa berulang-ulang (terpingkal-pingkal kalee)

atau lagu ini

♫ nina bobo oh nina bobo
kalo tidak bobo nyamuknya bobo
nina bobo oh nina bobo
bobo ngga bobo digigit nyamuk ♫

Well, mungkin keluarga kami mewarisi cita rasa musik dari, entah siapa. Mirip dengan kakak sepupunya, Kay (kaysa = kei-cha) juga berbakat merusak lagu. Salah satunya :

♫ cemut-cemut kecil
kei-cha mau tanya
apakah engkau di dalam cana
tidak takut cacing ♫

Saya hampir yakin papanya punya andil dalam hal ini. :P

Kay punya lesung pipit mamanya, dan alis papanya yang tegak bersambung. I love it when she grins. Tawanya jenaka dan mengundang orang untuk akrab, minimal datang menggoda. She's as lovely as her cousin.

Suatu malam kami jalan-jalan di sebuah Mall di kawasan Taman Anggrek (tidak usah saya sebut namanya) dan makan di salah satu gerai foodcourt yang menyajikan daging sapi beserta wajannya ke atas meja (baca: beef steak hot plate). Kay tidak bersalah atas ketidakbisadiamannya. Malang, tangan mungilnya menyentuh piring panas berasap-asap itu ketika main colek upil dengan auntie-nya. Kay sontak berteriak 6 oktaf (dia tak seberbakat Mariah Carey). Hwaa~!!! 1x. 2x. That's it. Sisanya hanya air mata dan rajukan pelan. "Huq, panaash.. sakiit.. huq." sambil ikut meniup-niup tangannya yang sedang ditempeli es batu oleh mamanya. Saya tahu itu sepanas apa, tapi Kay menahan sakitnya dalam diam. Waw, that's my niece :D Semoga gak ninggalin bekas ya dek..

Reuni keluarga kami hanya berlangsung 1 minggu, tapi semua terasa dekat. Inginnya kemesraan ini jangan cepat-cepat berlalu, tapi hidup harus jalan terus. It's time to get back to work. Or school. Lagi pula waktu yang sedikit terasa lebih berharga daripada banyak, lebih intense. More memorable.

Ila, Kay.. you will be missed.

Wandering Mind

So, I was planning to continue reading this e-book this afternoon. I sat in front of my desktop and set my playlist on (Juanes, Alexa, Fonseca, d'Masiv, The Fray, Jason Mraz: enqueue in winamp). I started reading..
Laurent is dead, the packs managed to finish him..but if he's dead last week, what happened to the hikers after that? Why do people keep missing?.. What is she doing now?.. What might she be thinking?..

An ant bit me. Ouch. I followed its trace. Ow, I left some biscuits open last night and I saw Mr. Ant and his friends were partying with it. I took an undamaged biscuit and ate it. Hsss... my gum throbbed. I forgot, my gum was cut a little. I guess I brushed my teeth a little too obsessively this morning, I must have done it unconsciously while my mind was occupied with something else. Or someone. I checked my mobile. Nothing. I continued reading..

It was Victoria, looking for Bella. Killing stranger in the woods. And Charlie and the company is searching for a gigantic bear, having mistaken it for the vampire.. maybe Victoria won't attack Charlie.. no, maybe not, she may not have done it on purpose.. mobile screen is small, anyway..

Treng trong tring trong treng trong trong.. Sms! Check Check. A message from Telkomsel about new promoting issues. Thank you very much. I continued reading..

Oh, I'm just gonna turn the up the speaker a bit. Juanes' song. Done. Where was I.. Oh, right..

Victoria on the loose. Charles being hunted by Victoria.. Hmm, why would a Queen hunt her own son.

♫ En un día como hoy caminaré más despacio

Yeah.. maybe I'll take it easy today..

Hey, Charles is a prince but he is not a son of Victoria. He's Elizabeth son..

♫ En un dia como hoy defenderé mi verdad

Of course, I'll defend my truth..

And Elizabeth is.. Why am I talking about Elizabeth, again?

♫ En un día como hoy te amarraré con mis brazos

Hm, I wish i could do that, right now.. teehee..


Okay! I give up reading. Lately it seems any love song distracts me..
Probably I'd better not listen to music while I drive..

I pick up my mobile, and put it back. And pick it up, and put it back neatly.

It is light and old and grey. I own it for almost 5 years. Maybe that's why I dunno how to type a simple text.. haa.

♫ Porque nunca sabes lo que tienes hasta que lo pierdes, lamentablemente, nunca vuelve

yea yea yea, I know. I don't wanna regret it..

I might have been thinking about her long enough, I was kinda sure she can feel it. But I texted her anyway..
Enough with the sentiments. zzz..

Author

My photo
Bandung, West Java, Indonesia
Born with a glasses on, can't stop reading ever since. Music is what I hear everyday. Don't talk much, but shout a lot XD enjoy my time alone, but sometimes don't want to be alone. have a deep curiosity about stars and outerspace, while wondering about what my life would be at the highest point.